Kisruh Anggaran, Bupati dan Ketua KONI Adu Argumen

oleh -340 views
Grafis Banggai Post, edisi Jumat (26/4/2019) [Agustiawan]

SANGALU, Luwuk – Prestasi atlet dari kontingen Kabupaten Banggai pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah yang diselenggarakan di Kabupaten Parigi Moutong sangat membanggakan. Hingga Jumat (26/4) dikutip dari Banggai Post Digital, dari total 214 atlet yang dikirim pada 18 cabang olahraga telah menyumbangkan 9 medali emas, berada di posisi kelima klasemen perolehan medali.

Sayang, di tengah euforia itu berhembus kabar tak sedap terkait anggaran bagi para pahlawan daerah dari cabang olahraga ini. Dimana para pengurus mengaku kekurangan anggaran dan sangat membutuhkan suplai dari anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banggai untuk dapat bertahan hidup pada iven empat tahunan tersebut.

Beberapa postingan di media sosial yang menyatakan bahwa pemerintah daerah enggan menyahuti permintaan KONI terkait pencairan sisa anggaran pun disahuti Bupati Banggai Herwin Yatim. Dalam rilisnya yang disebarkan oleh Bagian Humas Setda Banggai, bupati menyebut KONI telah mencairkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dalam dua bulan terakhir.

“Saya sebagai bupati sudah berbicara sama ketua umum KONI sejak kemarin. Saya sampaikan bahwa dana yang sudah dicairkan kepada KONI dalam rangka Porprov ini sudah mencapai satu miliar lima ratus juta rupiah. Dalam dua bulan uang tersebut dikemanakan? Harusnya panitia lebih transparan,” ungkap Bupati Herwin dalam rilisnya, Kamis siang.

Bupati Herwin juga mengungkapkan bahwa kepada seluruh pimpinan instansi agar berhati-hati dalam pencairan anggaran daerah. Sebab, salah sedikit dalam mekanisme pencairan maka semua pihak bisa dijerat kasus hukum.

“Saat sekarang ini kita harus semakin hati-hati menggunakan uang rakyat pak. Jangan hanya karena kita saling toleransi dan main gampang-gampang semua akhirnya terjerat kasus hukum yang tidak diinginkan bersama. Tolong sampaikan keterangan saya ini kepada khalayak supaya semua jelas dan tegas,” pungkasnya.

Baca juga:  Wakili Ketua, Batia Sisilia Hadjar Tutup Turnamen Futsal DPRD Cup

Terkait pencairan uang KONI berikutnya, kata Herwin, dalam aturan jelas disebutkan hanya dapat dilakukan pada triwulan ke tiga, atau pada bulan Juli 2019. “Masak mau dipaksa dicairkan ke bulan April? Kalau salah nanti, terus siapa yang diperiksa dan harus bertanggungjawab?” tandas Bupati Herwin.

Ia mengemukakan telah memberitahukan hal itu kepada Ketua Umum KONI Banggai, Syamsulbahri Mang. Jika memang harus dipaksakan untuk dicairkan, maka sebagai Ketua KONI, Syamsulbahri Mang mesti membuat surat pernyataan tertulis bermeterai bahwa siap bertanggungjawab jika dana dicairkan tidak sesuai mekanisme.

Sebab, hanya dengan dasar surat itulah sisa anggaran KONI bisa dicairkan. Nanti melalui surat tersebut, Kepala Dinas Keuangan daerah akan melaporkan dan meminta asistensi ke pemerintah provinsi sehingga semua berjalan aman.

“Jadi cuma itu saran saya sejak kemarin. Silahkan ditempuh sehingga semua aman pak,” ungkapnya. Agaknya, itu pesan pendek Bupati Banggai yang disampaikan kepada Ketua KONI.

Sementara itu, Ketua KONI Banggai, Syamsulbahri Mang menepis pernyataan bahwa pihaknya memaksakan pencairan anggaran KONI Banggai. Menurutnya, Ia hanya berkomunikasi dengan Bupati Herwin untuk menanyakan bagaimana nasib para atlet yang saat ini tengah bertarung atas nama daerah di Kabupaten Parigi Moutong.
Pasalnya, anggaran KONI sebesar Rp1,5 miliar yang telah dicairkan tidak cukup. Anggaran tersebut telah digunakan untuk persiapan training centre (TC) atlet selama sebulan, biaya perlengkapan, baju, sepatu dan kebutuhan kontingen yang diberangkatkan ke Kabupaten Parigi Moutong. Selain itu, biaya makan tiga kali sehari dan biaya operasional serta uang saku juga digunakan dari anggaran yang telah dicairkan.

Baca juga:  AFKAB Banggai Gelar Coaching Clinic

“Bonus atlet pun dari situ anggarannya. Jelas itu tidak cukup. Itu yang kami coba koordinasikan agar bisa ditaktisi oleh pemda Banggai. Tapi ini saya malah disuruh buat salah dengan surat pernyataan untuk melanggar aturan,” kata Bali Mang, sapaan akrab Syamsulbahri Mang, ditemui Kamis malam.

Pihaknya juga mengaku anggaran yang dicairkan sejatinya memang kurang. Oleh karena itu KONI meminta kebijaksaan dari pemerintah daerah terkait kebutuhan atlet yang membawa nama baik daerah di ajang olahraga empat tahunan tersebut. Tekait surat pernyataan itu, kata Bali, jelas dirinya enggan menyahuti. Itu dikarenakan Ia sangat memahami bahwa itu melanggar aturan. Sehingganya, Ia meminta perhatian pemerintah. Bahkan, Bali, mengaku sampai harus menghadap ke Kepala Bank Sulteng untuk meminjam uang agar dapat mencukupi kebutuhan anggaran para atlet. Sayang, itu tidak diamini.

“Ini kebutuhan untuk Porprov masa iya harus dicairkan di bulan Juli? Anggaran itu kan dibutuhkan saat ini untuk mensupport kebutuhan atlet,” pungkasnya.

Terkait transparansi yang diminta oleh Bupati Herwin, Bali mengaku itu tetap dilakukan panitia. Hanya saja, pertanggungjawaban penggunaan anggaran selalu dilakukan di akhir kegiatan. Saat ini belum bisa dipaparkan karena kegiatan masih berlangsung. Saat kontingen kembali nanti, Bali Mang mengaku pihaknya akan langsung mengekspos seluruh penggunaan anggaran.

Baca juga:  Dinas Ketapang Petakan 31 Desa Rawan Pangan di Banggai

“Kalau itu jelas tetap akan dipertanggungjawabkan. Tapi kan bukan sekarang, di akhir kegiatan tetap akan disampaikan sebagai bentuk transparansi penggunaan anggaran,” tegasnya.

Senada dengan itu, Rinto Alimun, pengurus KONI Banggai yang ikut mendampingi Syamsulbahri Mang dalam saat memberikan klarifikasi menyebut pencairan anggaran KONI untuk kebutuhan atlet memang masih sangat kurang. Bahkan, anggaran yang dicairkan pemerintah daerah memang tidak sebanding dengan jumlah atlet yang dikirim ke Parimo. Ia memberi contoh, Kabupaten Tojo Una-una yang hanya mengirimkan atlet sebanyak seratus lebih diberikan anggaran Rp2,4 miliar. Sementara Kabupaten Banggai dengan jumlah atlet 214 orang, plus panitia dan offisial menjadi 320 orang, hanya dikucurkan Rp1,5 miliar.

“Pencairan tahap satu dan dua itu tidak sesuai kebutuhan kontingen yang diberangkatkan. Masa kebutuhan dua miliar lima ratus lima puluh juta rupiah yang dicairkan hanya satu miliar lima ratus juta,” tambah Rinto Alimun, salah satu pengurus KONI Banggai yang ikut mendampingi Bali Mang.

Diketahui, kontingen Kabupaten Banggai dalam rangka Porprov Sulawesi Tengah tahun 2019 di Kabupaten Parigi Moutong sebanyak 320 orang. Terdiri dari 214 atlet dari 18 cabang olahraga, 64 offisial dan 41 panitia.

Hingga Jumat siang, kontingen Kabupaten Banggai telah berhasil menyabet 9 medali emas, 8 medali perak dan 11 medali perunggu. Kabupaten Banggai berada di posisi kelima klasemen perolehan medali sementara dengan total 28 medali.*

 

(van)