Baru Tiga Kotak, Suara Saksi Parpol Mulai Serak

oleh -136 views
SELISIH: Salah satu saksi partai politik saat melakukan interupsi atas perbedaan jumlah pemilih dan perolehan suara, Selasa (23/4/2019). [Foto: SANGALU/ Steven Pontoh]

SANGALU, Luwuk – Rapat pleno terbuka hasil perhitungan perolehan suara presiden dan wakil presiden oleh PPK Luwuk mulai memanas. Sejumlah saksi memertanyakan adanya perbedaan jumlah pemilih yang datang ke TPS tidak sinkron dengan hasil surat suara.

“Tidak bisa main ganti begitu. Ini harus panggil KPPS-nya. Karena jumlah orang yang datang dengan jumlah suara harusnya sinkron. Ini kelebihan,” protes salah satu saksi mandat partai politik di Aula Kantor Kecamatan Luwuk, Selasa (23/4/2019).

Perbedaan hasil suara pemilih dengan jumlah pemiih yang datang itulah yang memancing suara serak para saksi mandat masing-masing partai politik. Mereka meminta KPPS Kecamatan Soho dihadirkan agar tidak menjadi polemik dalam perhitungan.

Baca juga:  Polisi Amankan Dua Pabrik 'Cap Tikus' di Nuhon

“Sudah, hadirkan saja KPPS-nya,” kata saksi lainnya.

Anggota PPK Luwuk, Lasadam L. pun bersepakat untuk menghadirkan KPPS tempat ditemukannya perbedaan atau selisih suara dan jumlah pemilih. Ia mengatakan persoalan tersebut harus clear agar tidak menimbulkan kecurigaan.

“Iya, memang harus dihadirkan KPPS-nya biar clear,” kata Lasadam.

Perhitungan perolehan suara presiden akhirnya dihentikan sementara karena waktu sudah memasuki jam ishoma.*

 

(van)