‘Otong’ Loyo, Kakek 76 Tahun Tetap ‘Gesek’ Gadis SD hingga Orgasme

oleh -2.736 views
HM (76), tersangka pencabulan terhadap bocah SD yang kini mendekam di sel tahanan Polsek Balantak. [Foto: Istimewa]

SANGALU, Luwuk – Seorang kakek berinisial HM (76) yang terbilang sudah uzur terpaksa harus mendekam di sel tahanan Kepolisian Sektor Balantak. Itu setelah Ia dilaporkan orang tua dari RM, gadis 11 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar atas dugaan pencabulan, pekan lalu.

Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh SIk mengemukakan kasus tersebut berawal dari laporan JM (48) ke Polsek Balantak pada 20 Maret 2019. Kepada polisi, JM melaporkan HM atas dugaan pencabulan kepada anaknya yang terjadi pada 14 Maret 2019 sekira pukul 14.00 Wita di rumah pelaku.

Dari pengakuan korban, HM disebut melakukan perbuatan tak terpuji itu saat korban baru saja naik dari pantai menuju rumah korban. Tak berapa lama, HM yang melihat korban datang langsung mendekat dan memberikan uang sejumlah Rp200 ribu. Korban tidak mau menerimanya, namun HM langsung menggenggam tangannya lalu menarik ke dalam rumah.

Baca juga:  Hari Jadi Polwan ke-72. Kapolres Banggai Bagi Masker dan Sembako

Sesampainya di rumah HM memaksa korban untuk menerima uang tersebut sembari mengingatkan agar tidak melaporkan ke orang tuanya. Tanpa perlawanan, HM semakin beringas dengan menciumi wajah dan menggerayani tubuh korban. Setelah melorotkan celana, HM kemudian mencoba mendekatkan ‘otongnya’ ke kemaluan korban. Meski birahi telah sampai di ubun-ubun, ternyata si otong tak lagi sekokoh dulu. Alhasil, HM hanya bisa menikmati gesekan demi gesekan dari si otong yang lemah tak berdaya hingga orgasme.

Baca juga:  13 Orang Ditahan karena Langgar PSBB di Buol

Enam hari setelah kejadian itu, RM yang merasa gelisah pun tak sanggup menahan diri. Ia akhirnya menceritakan kejadian itu kepada JM yang tidak lain adalah ayahnya. Bak disambar petir, JM tak percaya anak gadisnya telah dinodai orang yang seharusnya dianggap sebagai panutan anak-anak di kampungnya. Ia pun berangkat ke Polsek Balantak bersama dua orang saksi yang ikut mendengarkan cerita dari RM ketika itu.
“Saat ini tersangka sudah kita amankan di rutan polsek balantak. Tersangka tidak dibawa ke rutan polres karena mengingat kondisinya yang memiliki bawaan sakit dan sering buang air besar di celana karena faktor usia. Tersangka tetap di sana karena membutuhkan perawatan keluarga,” terang Kapolres Banggai, AKBP Moch Sholeh SIk, Rabu (27/3).

Baca juga:  Kapolres Banggai Bersama Forkopimda Hadiri Ramah Tamah Pangdam XIII Merdeka

Meski kondisi tersangka memiliki riwayat penyakit, namun proses hukum atas perbuatan cabulnya tetap akan berlanjut. Kasus ini masih dalam pengembangan dan pemeriksaan oleh penyidik reserse kriminal Polsek Balantak.*

 

(van)