Maksa Buka Celana Suami di Depan Anak, Wanita Ini Babak Belur

oleh -655 views
Ilustrasi [Sumber: Google]

SANGALU, Luwuk – Seorang suami berinisial SIM (35) terpaksa harus berurusan dengan hukum gara-gara dilaporkan istrinya terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Saat ini, perkara atas kasus KDRT yang terjadi di Kota Luwuk itu sudah berada di meja Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Banggai dan siap disidangkan.

Informasi yang berhasil dihimpun menjelaskan kejadian bermula dari cekcok pasangan suami istri yakni antara SIM dan istrinya, SUM (37) pada bulan Agustus 2018. Akibat cekcok tersebut, SIM mengaku diusir oleh istrinya. Tak ingin masalah rumah tangganya diketahui tetangga, SIM pun meninggalkan istri bersama anak dan tiga anak tirinya.

Namun, di akhir tahun, Ia bertemu seorang anak tirinya yang mengatakan bahwa adiknya (anak kandung SIM) tengah sakit. Untuk itu, ayah tirinya diajak untuk pulang dan melihat langsung kondisi adiknya. SIM yang berprofesi sebagai aparatur sipil negara pun mengiyakan dan menyatakan setelah tugasnya selesai, Ia akan bertandang ke rumah untuk melihat langsung kondisi anaknya.

Baca juga:  Truk Terbalik di Bunga, Ternyata Bawa Semen Selundupan

Sekira pukul 18.00 Wita, SIM tiba di rumah. Ia disambut oleh anak tiri perempuan yang telah berusia 17 tahun. Ketika itu, Ia langsung menanyakan dimana adiknya yang sakit dan dijawab adik berada di kamar. SIM pun meminta agar anak tirinya itu mengambil si bungsu di kamar. Namun, saat anak tirinya masuk dan memberi tahu ibunya, si ibu meminta agar SIM masuk sendiri ke dalam.

Saat SIM masuk ke kamar, Ia langsung disambut pelukan oleh istrinya. Merasa gerah, SIM pun menolak dan mengatakan jangan memeluk karena panas. Namun, istrinya semakin menjadi dengan mencoba membuka celana yang digunakan SIM. Melihat kelakuakn istrinya yang berlebihan, SIM pun menegur dan mengatakan jangan meneruskan perbuatan itu, jika tidak ingin dipukul.

Tapi si istri semakin menjadi dengan terus berupaya membuka celana suaminya. Bahkan, Ia mencoba memasukkan tangannya ke dalam celana sehingga membuat SIM semakin risih. SIM terus menegur karena menurutnya hal itu tidak pantas dilakukan di depan anak-anak.

Baca juga:  Pemda Banggai Hutang Tagihan Listrik PLN Rp1,5 M

“Pindah saya kepanasan!” sergah SIM kepada istrinya.

Tapi aksi istrinya tak juga berhenti sehingga SIM kembali memarahinya dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukannya itu melebihi kelakuan seorang wanita penghibur lelaki hidung belang. Apalagi, itu dilakukan oleh seorang bergelar magister dan memiliki jabatan.

Mendengar ungkapan itu, SUM semakin menjadi kemudian menjawab dengan tegas, “saya ini istrimu, kenapa kalo jadi lontenya suami”. Karena melihat istrinya tidak juga mengalah, SIM pun mempertegas pernyataannya dengan berkara “dasar tidak tau malu” sembari keluar kamar. Mendapatkan perkataan itu dihadapan anak-anak, istrinya pun mengambil tas yang dikenakan suaminya lalu melempar ke kamar.

Saat suaminya masuk ke kamar dan hendak mengambil tas selempangnya, SUM ikut masuk dan langsung memeluk dan menciumi SIM dengan harapan dapat mendinginkan suasana. Sayang, SIM terlanjur emosi dan mendorong istrinya. SIM lalu mempertegas bahwa maksud kedatangannya hanya untuk melihat kondisi anaknya yang sakit. Bukan untuk memadu kasih dengan istrinya.

Baca juga:  Hati-hati Parkir Mobil! Aksi Pecah Kaca Marak di Luwuk

Kalimat SIM itu rupanya menyakitkan bagi SUM yang kemudian melontarkan kata-kata spontan, “kenapa kalo cuma masalah ini anak? Saya lempar lama-lama ini anak”. Melihat tingkah istrinya yang berlebihan, SIM pun mengatakan jika SUM melempar anaknya yang baru berusia satu tahun itu maka Ia tak segan untuk memukulnya. “Kalau ada apa apa sama itu anak, saya bunuh juga kau”, sergah SIM.

Karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap anaknya, SIM pun menendang kaki SUM dengan sepatu bot kemudian mengambil si anak. Tak berapa lama, tetangganya pun datang dan coba melerai perkelahian pasangan suami istri ini. SIM pun meminta bantuan ke tetangganya untuk mengamankan si anak. Setelah anaknya aman, SIM yang tersulut emosi langsung memukul istrinya itu. Tak terima atas penganiayaan yang dilakukan suaminya, SUM kemudian melapor ke polisi dan kasusnya terus bergulir hingga ke meja JPU Kejari Banggai.*

 

 

(van)