Listrik Padam, Signal Hilang, Jalan Putus, 4 Desa Terisolir

oleh -143 views
NYARIS TENGGELAM: Salah satu rumah yang sempat diterjang banjir, akhir pekan lalu. [Foto: Istimewa]

SANGALU, Balantak Utara – Intensitas hujan yang masih terus mengguyur wilayah Kecamatan Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan hingga Kecamatan Bualemo membuat sejumlah desa yang sebelumnya dikabarkan terdampak banjir, terisolir. Tim survei dari pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama rombongan Bupati Banggai, Herwin Yatim dan Wakil Bupati Mustar Labolo telah mengunjungi lokasi, namun hanya mencapai Desa Kuntang, Kecamatan Balantak Utara.

“Informasi dari anggota di lapangan tim survei hanya sampai desa kuntang, sementara akses jalan menuju desa pangkalaseang hanya bisa dilalui lewat jalan Polsek Bualemo,” kata Kapolres Banggai AKBP Moch Sholeh SIk usai mendapatkan laporan dari personil Polsek Balantak, Rabu (27/3).

Ia menjelaskan saat ini kondisi tiga kecamatan yakni Balantak, Balantak Utara dan Balantak Selatan terjadi pemadaman listrik hingga menyebabkan akses telekomunikasi terputus. Ini semakin memperparah kondisi wilayah yang tengah terisolir akibat banjir.”Informasi dari pak camat katanya besok (hari ini,red) baru ada alat berat yang bergeser dari Luwuk,” terangnya.

Baca juga:  Bawaslu Rekomendasikan Bupati Banggai dan Morut TMS di Pilkada 2020

Mengenai pemadam listrik, berdasarkan laporan anggota Polsek Balantak disebutkan bahwa pemadaman itu sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Alasan dari pihak penyedia listrik bahwa terjadi kekurangan bahan bakar minyak, sebab pembangkit listrik di wilayah itu masih menggunakan mesin yang tersedia di kecamatan Balantak. “Cuaca di sana masih mendung katanya. Kita doakan saja biar segera berakhir hujannya. Jika tidak ada halangan besok kami melalui kapolsek akan menerobos masuk untuk memberikan bantuan,” ungkap kapolres.

Baca juga:  TNI Polri Atasi Longsor, Jalur Transportasi Bualemo Normal

Terkait pembersihan material banjir dan longsor yang menutupi badan jalan, kapolres berharap ada gerak cepat dari pemerintah Kabupaten Banggai. Mengingat kondisi daerah terdampak yang belum bisa teraliri listrik dan akses komunikasi.

Informasi lainnya menyebutkan bahwa rombongan bupati dan wakil bupati bersama sejumlah unsur pimpinan perangkat daerah yang tiba di Desa Pangkalaseang pada pukul 17.00 Wita langsung memberikan bantuan beras sebanyak lima ton, obat-obatan dan pemeriksaan dari petugas kesehatan, serta dua karung pakaian layak pakai. Bantuan tersebut diberikan kepada tiga desa yang terdampak banjir dan longsor terparah, yakni Desa Pangkalaseng, Pangkalaseang Baru, dan Desa Batumandi. Usai menyerahkan bantuan dan melihat situasi, rombongan bupati dan wabup akhirnya kembali ke Luwuk pada pukul 18.30 Wita.

Baca juga:  Kondisi Jalan 'Kepala Burung', Semakin buat Kepala Menggeleng

Dampak intensitas hujan yang cukup tinggi ternyata tidak hanya terjadi di wilayah kecamatan Balantak bersaudara, namun hal yang sama juga terjadi di wilayah kecamatan Bualemo. Dimana di laporkan sekira 131 jiwa dari 47 kepala keluarga harus menyelamatkan diri akibat rumah mereka terendam banjir. Banjir yang terjadi diduga akibat rawa yang berada di Desa Taima meluap dan airnya membawa beragam sampah hingga menyumbat aliran air di drainase dan saluran.

Warga dibantu TNI-Polri pun membuat tanggul untuk mengurangi dampak buruk atas banjir tersebut. Meski sebanyak 47 kepala keluarga terdampak, namun dikabarkan tidak ada korban jiwa pada kejadian itu.*

 

 

(van)