Bejat! Ayah Perkosa Putri Kandung di Balantak Utara

oleh -256 views
Ilustrasi [Google]

SANGALU, Luwuk – Bejat! Mungkin itu kata yang pantas disematkan pada pria 40 tahun di Kecamatan Balantak Utara ini. Pasalnya, Ia yang sejatinya menjadi pelindung keluarga justru tega memerkosa anak gadisnya sendiri. Bahkan, kejadian itu berulang sampai lima kali, hingga akhirnya korban mengadu ke Kantor Kepolisian Sektor Balantak, Sabtu (2/3).

Usai menerima pengaduan itu, aparat kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap ayah bejat ini. Sebut saja ‘Lebah’ (40) berhasil diamankan polisi saat Ia baru saja tiba di pantai usai melaut.

Pjs Danramil Balantak, Pelda Rasman Djufri yang ikut bersama aparat kepolisian dalam penangkapan itu mengungkapkan, dari pengakuan korban peristiwa itu sudah terjadi sejak bulan Juni 2018. Sebut saja Bunga (18), sudah mengalami pemerkosaan sebanyak lima kali.

Setiap melakukan aksinya, kata Rasman Djufri, Lebah selalu mengancam Bunga untuk tidak menceritakan apa yang dialaminya kepada siapapun.Jika dilanggar, maka korban akan mendapat perlakukan kasar bahkan diancam akan dibunuh. Hal itu membuat Bunga bungkam.

Baca juga:  Polisi Gagalkan Penjualan Sepeda Motor Hasil Curian di Batui

Setelah sekian lama diperlakuan sebagai budak seks, Sabtu (2/3) akhirnya Bunga tidak tahan lagi.Ia kemudian memberanikan diri menceritakan apa yang dialaminya ke salah satu kerabat dekat.Mendengar kisah pilu tersebut, kerabatnya kemudian membawa Bunga ke Polsek Balantak untuk melapor.

Warga yang mengetahui perlakuan Lebah terhadap Bunga, sempat berang.Mereka sempat ingin menghakimi pria yang dalam keseharian bekerja sebagai nelayan ini.Namun gerak cepat polisi dibantu anggota Koramil 1308-05 Balantak mengamankan akhirnya menyelamatkan Lebah dari amukan massa. Polisi juga meminta masyarakat  tidak main hakim sendiri, dan menyerahkan kasus ini ditangani aparat penegak hukum.

Penangkapan dilakukan di pantai sekira pukul 17.00 Wita, saat pria bejat ini tiba dari melaut.

Meski pelaku telah diamankan dan dimintai keterangan, namunpolisi belum bisa melakukan ‘visum et repertum’ terhadap Bunga.Alasannya, karena saat ini Bunga masih dalam keadaan menstruasi.

Baca juga:  Tiga ABG di Luwuk Terlibat Prostitusi Online

Senada, Kapolsek Balantak IPTU Makmur, SH mengatakan, saat ini Lebah sudah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.

Ia dijerat dengan pasal 81,82, Undang-undangRepublik Indonesianomor 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana diatas lima tahun penjara. Meski kasus ini ditangani Polsek Balantak,namun Lebah ditahan di rumah tahanan Polres Banggai.

Diceritakan Kapolsek Balantak, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Bunga dan Lebah, peristiwa itu terjadi pada sekira bulan Juni 2018 tepatnya di dalam rumah atau sekira pukul 21.00 wita.

Saat itu, Lebah meminta kepada Bunga untuk memijat kakinya, setelah lama dipijat kemudian Lebah memaksa agar Bunga mau meladeni syahwatnya dengan mengancam akan membunuh ibu serta adik-adiknya. Ditengah ancaman itu, Lebah akhirnya berhasil menyalurkan hasrat behatnya terhadap Bunga yang tidak lain adalah anak kandungnya sendiri.

Baca juga:  Kapal Muat Ratusan Kontener Tabrak Dermaga ASDP Luwuk

Usai melakukan aksinya Lebah kembali mengancam Bunga untuk tidak menceritakan kasus itu kepada siapapun dengan ancaman sama, yakni; akan menbunuh Bunga serta ibu dan adik-adiknya.

“Tersangka sudah menyetubuhi korban sebanyak lima kali bertempat di dalam rumah mereka.Korban selalu diancam oleh tersangka,” ujar Kapolsek Balantak.

Menariknya, sebelum melakukan aksi bejatnya itu Lebah memaksa Bunga menonton vidio mesum melalui handphone, kemudian melancarkan serangan mesumnya. Itu berulang hingga korban tak kuasa,kemudian menceritakan kasus itu ke kerabatnya yang kebetulan merupakan aparat desa.

“Kami khawatir tersangka akan diamuk massa jika tidak segera diamankan. Sehingga,Kanit Reskrim Polsek Balantak AipdaDjufribergerak lalu mengamankan pelaku,” tutupnya. *

 

(ikb)