Presiden Jokowi Cabut Remisi Susrama

oleh -101 views
Presiden RI Joko Widodo saat menghadiri malam puncak acara HUT PWI ke 73 di Surabaya, Jumat (8/2/2019) malam. [Foto: Biro Pers Staf Presiden]

SANGALU, Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akhirnya mencabut pemberian remisi Susrama, terpidana pembunuhan jurnalis di Bali. Pencabutan remisi tersebut dilakukan pada hari Sabtu (9/2/2019) di Jakarta.

Dalam rilis nomor: 188-KSP-2019-02-09-II- dengan status dapat diberitakan segera, mengungkapkan bahwa pembatalan remisi Susrama bertujuan untuk ‘Melindungi Rasa Keadilan dan Keamanan Pekerja Media’.

Menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (baca: HUT PWI) di Surabaya, 9 Februari 2019, Presiden Joko Widodo menyatakan telah menangani pencabutan remisi atas pembunuhan wartawan Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa dengan mengeluarkan Keputusan Presiden baru mencabut remisi terhadap pelaku yakni I Nyoman Susrama.

Baca juga:  Banggai Jadi Tuan Rumah Kampanye Nasional Partai Nasdem

“Sudah saya tanda tangani,” kata Presiden menjawab pertanyaan wartawan perihal remisi tersebut.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, pembatalan remisi yang ditandatangani Presiden Joko Widodo menunjukkan kepedulian dan komitmen Pemerintah dalam melindungi keselamatan pekerja media dalam menjalankan tugas -tugasnya. Ia menambahkan, “Rasa keadilan di tengah-tengah masyarakat menjadi poin perhatian Presiden.”

“Presiden tidak menutup hati terhadap kegelisahan dari para wartawan dan pekerja media. Mereka harus mendapatkan perlindungan saat bertugas. Presiden juga sudah mendengar masukan dari mana-mana. Dan saya kira itu keputusan yang terbaik bagi kita semua,” kata Moeldoko.

Ia menambahkan, kasus ini tidak bisa dilihat sepotong-sepotong, karena pengajuan remisi kepada ratusan narapidana dengan kasus yang berbeda-beda.

Kasus pembunuhan yang menghilangkan nyawa Prabangsa sendiri terjadi pada 11 Februari 2009 silam di kediaman Nyoman Susrama yang berlokasi di Banjar Petak, Bangli. Motifnya adalah kekesalan Nyoman Susrama kepada Prabangsa karena pemberitaan wartawan Radar Bali Jawa Pos Group tersebut.

Baca juga:  Wabup Banggai Hadiri Upacara Peringatan HKP Secara Virtual

Setelah mendapatkan putusan pengadilan tetap dan pelaku menjalani hukumannya, dalam perjalanannya kemudian ada proses remisi terhadap yang bersangkutan.

Pengajuan remisi terhadap Susrama datang bersamaan dengan puluhan narapidana lainnya. Kementerian Hukum dan HAM memberikan tanda merah, kuning, hijau untuk berkas yang perlu mendapatkan atensi lebih dari Presiden. Ketika itu, remisi Susrama tidak diberi label itu, karena pemberian tersebut sifatnya sudah sesuai prosedur.

Presiden melihat dan mendengar tanggapan, keberatan dan aspirasi public atas remisi tersebut. Presiden Jokowi juga meminta Menkumham bekerja lebih teliti dan meninjau ulang pemberian remisi untuk Susrama, mengingat kasus ini tak hanya berkaitan dengan perlindungan keamanan para pekerja media, tetapi upaya menjaga kemerdekaan pers, sekaligus mencerminkan rasa keadilan di tengah masyarakat.*

Baca juga:  Konser 'Cinta karena Cinta', Judika Tampil Memukau di Luwuk

 

(van)

 

——————–

Narahubung:

Alois Wisnuhardana, +62 811-808-006

Jojo Raharjo, +6281-5555-7343