Keliling Eropa, Wabup Mustar Promosi Pariwisata Banggai

oleh -335 views
Wabup Banggai, Mustar Labolo (jaket biru-putih) saat mengabadikan momen ketika tiba di Kota Praha, Republik Ceko, Kamis (21/2). [Foto: Istimewa]

SANGALU, Luwuk – Satu kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Banggai, tari-tarian khas penyambutan tamu atau Tari Molabot akan ditampilkan dalam opening ceremony kegiatan tour eropa 2019 yang diselenggarakan Lembaga ‘Manikam Khatulistiwa’ di Praha, Republik Ceko dan Perancis.

Manikam Khatulistiwa adalah sebuah lembaga seni budaya yang mengangkat seni tradisi dan budaya nusantara dengan misi ‘mengabdi untuk tanah negeri Indonesia’.

Tahun 2019, lembaga ini memiliki tiga iven internasional yang bertajuk, ‘Manikam Khatulistiwa Goes to Europe’. Dalam daftar kegiatan tour europe ini, rombongan yang diikuti Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo, dan penari dari Dinas Pariwisata Banggai akan tampil di acara Holiday Word yang dilaksanakan di Praha, Republik Ceko. Pada kegiatan ini, rombongan akan melakukan promosi pariwisata dunia yang juga mengangkat seni dan budaya. Tarian molabot akan ditampilkan pada opening ceremony dan gala evening kegiatan, pada tanggal 21-24 Februari 2018.

Kemudian, kegiatan berlanjut ke Martres de Riviere, salah satu tempat yang ada di Perancis Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh ‘Asosiasi le Amis Indonesienne’, dengan tujuan untuk membantu beasiswa anak-anak kurang mampu dan berprestasi. Rombongan juga akan mempromosikan seni budaya Indonesia, pada tanggal 2 Maret 2019.

Baca juga:  Bupati Banggai Buka Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Kelurahan Haper

Pada tanggal 1, 3 dan 4 Maret 2019, rombongan akan bertolak ke ‘Saint Gaudent et Saint Mathory’, salah satu kotamadya di Perancis. Dengan misi berjudul ‘Mission Sociale en Maison de Retraite’, rombongan akan melakukan kegiatan sosial yakni; menghibur penghuni panti jompo di beberapa kota di Perancis Selatan.

Manikam Khatulistiwa, Ambassador Art and Culture pada seluruh kegiatan ini membawa misi memperkenalkan seni dan budaya dari Nusantara, dengan menampilkan kebudayaan dari Kalimantan, Sumatera Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jawa Barat, Betawi, Bali, Papua dan Aceh.

“Jadi yang ikut dari kabupaten Banggai itu, ada Liong dengan dua penarinya dari Dinas Pariwisata. Kemudian, saya juga dengan ajudan yang ikut gabung dengan grup menikam khatulistiwa dari Kalimantan, Palu dan Bandung. Total ada 18 orang,” kata Wakil Bupati Banggai, Mustar Labolo via pesan singkat WhatsApp, Kamis (21/2) malam.

Wabup mengatakan satu kebanggaan ketika Tari Molabot dipercayakan untuk tampil pada opening ceremony. Meski hanya membawa dua penari, namun saat tampil nanti, para penari dari Kabupaten Banggai akan berkolaborasi dengan penari dari daerah lain.

Baca juga:  Bupati Apresiasi Inovasi 'GAM Banggai' terkait Halte Sampah

“Tujuan kita ialah memperkenalkan objek wisata di Kabupaten Banggai khususnya potensi spot wisata bawah laut seperti; Pulo Dua Balantak, Solan Reft Kintom dan Kilo Lima,” jelas pria yang akrab disapa Buya ini.

Selain spot-spot di atas, wabup juga akan memperkenalkan potensi wisata lainnya seperti; Penyekat, Bukit Teletubies, Air Terjun Salodik dan Laumarang, Pulau Tinalapu serta beberapa spot wisata lainnya.

“Kita mengisi stand Takeran RI di sampingnya daerah lain. Kita gabung di Manikam Katulistiwa, misi art and culture RI di bawah koordinasi Kemendikbud RI Dirjen Warisan dan Diplomasi Budaya,” terang Wabup Mustar.

Baca juga:  TMMD 108 jadi Berkah Tersendiri bagi Lansia Tiga Anak di Konawe Kepulauan

Ia juga mengatakan bahwa rombongan akan berangkat ke Kota Toulouse, di Perancis dan perbatasan Spanyol, sesuai jadwal yang diatur oleh Kedubes RI atau Konsulat di masing-masing negara. Untuk kesuksesan kegiatan, Wabup Mustar meminta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Banggai sehingga tujuan dari promosi wisata ini dapat membawa hasil yang maksimal. Dalam artian, mampu meningkatkan jumlah pengunjung pariwisata Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai.

“Mohon doanya, karena kita juga akan mengumandangkan lagu daerah Banggai berjudul Puteri Balantak dan Sisik Nae Puan pada acara gala dinernya. Lagu tersebut akan dipadukan dengan musik tradisional suku dayak dari Kalimantan dan musik tradisional sunda. Ini satu penghormatan untuk kearifan lokal Kabupaten Banggai oleh Tim Manikam Katulistiwa,” terangnya.

Pihak Lembaga Manikam Khatulistiwa dalam rilisnya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, termasuk pemerintah Kabupaten Banggai yang telah mengirimkan delegasinya untuk memperkenalkan warisan budaya Nusantara di Eropa.*

(van)

 

Sumber: sulteng.antaranews.com