Kades Dolom Divonis 5 Tahun Penjara

oleh -199 views
PUTUSAN: Dua terdakwa dalam kasus dugaan Tipikor di Desa Dolom, Kecamatan Pagimana saat mendengarkan putusan sidang di PN Tipikor Palu, beberapa waktu lalu. [Foto: Istimewa]

SANGALU, Luwuk – Kepala Desa (Kades) Dolom, Kecamatan Lobu, Doni Lakadjo (36) akhirnya divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Palu, Rabu (13/2). Sementara rekanannya, Stephenli Katili yang bertindak sebagai kontraktor pelaksana kegiatan divonis satu tahun lebih tinggi dari kades.

Kacabjari Pagimana Keyu Zulkarnain Arif, SH mengemukakan dalam siding yang dipimpin oleh I Made Sukanada SH, MH, dengan anggota Darmansyah SH, MH dan Margono SH, MH dalam amar putusannya menyatakan kedua terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi dengan pidana penjara masing-masing, Doni Lakadjo dihukum pidana penjara lima tahun dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Sementara Stephenli Katili (rekanan) dihukum pidana penjara enam tahun dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selain itu, Stephenli juga dihukum membayar uang pengganti sebesar Rp215. 756.566,28. Apabila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti dalam jangka waktu satu bulan setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya disita oleh Jaksa, untuk dilelang untuk dapat membayarkan uang pengganti. Apabila harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara satu tahun.

Baca juga:  Jaga Semangat Atlet, Pemerintah Sepakat 'Gadai' APBD

Kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Pagimana, primair Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke- 1 KUHP.

“Kedua terdakwa masih fikir-fikir atas putusan tersebut, demikian juga sikap kami. Kedua terdakwa diberikan kesempatan selama tujuh hari kedepan untuk menyakatak sikapnya atas putusan tersebut,” ungkap Keyu Zulkarnain.

Baca juga:  Enam Warga yang Hilang di Kecamatan Nambo Ditemukan Selamat

Pada pesidangan sebelumnya, JPU Cabjari Pagimana menuntut perbuatan Doni Lakadjo dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp. 100.000.000 dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan. Terhadap terdakwa Stephenli Katili, JPU Cabjari Pagimana menuntutnya dengan pidana penjara selama enam tahun dan denda sebesar Rp. 100.000.000, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama tiga bulan.

Baca juga:  120 Desa Cairkan DD Tahap I tapi Baru 14 Desa Salurkan BLT, Ada Apa? 

JPU Cabjari Pagimana juga menuntut pidana tambahan terhadap terdakwa Stephenli Katili membayar pidana uang pengganti sebesar Rp494.552.500, dengan ketentuan jika terpidana tidak membayar uang pengganti tersebut paling lama satu bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk membayar uang pengganti dan dengan ketentuan dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka akan diganti dengan pidana penjara selama satu tahun.*

 

(ikb)

 

Sumber: www.banggaipost.com