Jejak Prostitusi Online di Kabupaten Banggai

oleh -1.036 views
Ilustrasi

Bisa 1,5 Jeti Sekali “Tembak”

 

Kasus prostitusi online yang menjerat artis berinisial VA, belum lama, agaknya menginvasi hampir semua daerah. Di Kabupaten Banggai, jejak-jejak bisnis “lendir” ini nyaris tak sulit ditemukan

 

GAMBAR seorang perempuan berparas aduhai terpampang jelas di depan gawai (smartphone) milik Kumbang (nama samaran). “Ini berapa tarifnya?” tanya saya sembari memelototi layar gawai di genggamannya. Kumbang yang saya kenal sebagai muncikari lalu menyebut angka tertentu. “Sekali kencan?” “Iya dong!” serganya, sigap menjawab pertanyaan saya.

Saya, wartawan koran ini, sengaja menelusuri jejak para pemuas syahwat itu dan menemukan fakta mencengangkan. Ternyata banyak wanita muda yang menjajakan dirinya hanya untuk mendulang rupiah.

Guna menelusuri keberadaan prostitusi online ini, saya menemui seorang pria tadi, Kumbang. Pria bertato ini sering disebut sebagai mucikari sejumlah wanita penjaja seks. Namanya, di dunia malam cukup terkenal. Bahkan sejumlah pengusaha sering memanfaatkan jasanya untuk mencarikan teman tidur.

Baca juga:  Kapolres Banggai Berhasil Redam Pendemo dengan Metode 'Inspektur Vijaay'

Cukup sulit awalnya bisa menemui pria ini. Apalagi untuk mengorek keterangan, sungguh hamper mustahil. Namun setelah dijelaskan dan diyakinkan, bahwa namanya dan seluruh ladies akan saya samarkan, secara pelahan Ia buka suara.

Pengakuan Kumbang yang mengaku seorang gay ini, prostitusi online di Kabupaten Banggai marak beberapa tahun terakhir. Bahkan jual beli syahwat itu sempat booming di masa pra dan konstruksi perusahaan multinasional yang banyak mempekerjakan karyawan dari luar daerah.

Diakui Kumbang, sebelumnya dia tidak mengetahui dan tertarik pada bisnis seperti itu. Namun, karena banyak teman wanitanya yang kemudian meminta dia mencarikan teman tidur asal mau mengeluarkan lembar rupiah, maka secara perlahan dirinya terjun di bisnis itu.

Baca juga:  Wanita Muda Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Kosan

Untuk meyakinkan, Kumbang kemudian menghubungi sejumlah wanitanya melalui sambungan telepon. Selang beberapa saat kemudian, tiga wanita muda berkulit putih dengan tubuh semampai bergabung di tempat kami ngobrol.

Setelah diperkenalkan maka kita sebut saja nama mereka Mawar, Melati dan Jelita, ketiganya mengaku siap meladeni setiap lelaki hidung belang asalkan mau membayar sesuai besaran yang ditetapkan.

“Ini para ladies saya, kalau ada temanmu yang butuh (teman tidur) mereka siap kapan saja. Untuk tarif nanti bisa kita bicarakan, masih ada ladies lainnya yang belum bisa bergabung karena lagi melayani tamu,” tutur Kumbang.

Diakui Kumbang, tarif para wanitanya bervariasi mulai angka Rp500.000 hingga Rp1,5 juta untuk sekali kencan. Berbeda dengan tarif full time yang bisa mencapai angka Rp3 jutaan dengan durasi semalam.  Pria hidung belang biasanya akan menghubungi Kumbang terlebih dahulu melalui sambungan seluler untuk kemudian memilih sejumlah wanita yang ditawarkan oleh Kumbang. Proses transaksipun dilakukan melalui antar transfer antar rekening dimana pria pemesan wanita akan mengirimkan terlebih dahulu sejumlah uang sebagai tanda jadi.

Baca juga:  KPU Banggai Siap Berlakukan Protokol Kesehatan saat Pencoblosan

“Mereka akan saya kirimkan foto serta detail fisik juga kelebihan masing-masing para ladies termasuk tarif kencannya, kalau sudah dipilih maka saya meminta ditransfer minimal setengah dari tarif sebagai tanda jadi dan sisanya dibayarkan saat sudah bertatap muka. Saya tidak mau dibayarkan nanti setelah begituan,” kata Kumbang.

Selama ini apa yang dilakukan oleh Kumbang belum pernah terjaring petugas, satu katanya bahwa dalam memilih calon pemesan dirinya selalu selektif jangan sampai kemudian yang diladeninya adalah petugas yang melakukan penyamaran.

 

(ikb)

 

sumber: banggaipost.com