Serahkan Bantuan Kios, DSLNG Dukung UMKM di Luwuk

oleh -141 views

SANGALU, Luwuk – Sebagai dukungan bagi pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Luwuk, PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) telah membangun 15 unit kios bagi pelaku UMKM yang ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Teluk Lalong, kota Luwuk. Bangunan kios itu, diserahterimakan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai untuk diserahkan ke para pedagang kecil pada acara yang dihadiri Bupati Banggai Herwin Yatim dan perwakilan DSLNG, Minggu (27/1).

Pelaksana tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Rudi P. Kurniawan, mengemukakan bahwa pembangunan tersebut merupakan buah dari kerjasama antara DSLNG dengan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Banggai.

Ia menjelaskan seluruh anggaran untuk pembangunan 15 unit kios bersumber dari program Corporate Social Responsibility (CSR) DSLNG yang dikerjakan sejak 2018. Sehingga, saat ini diserahkan dalam bentuk hibah ke pemerintah dan akan diberikan ke pelaku usaha mikro yang sebelumnya belum mendapatkan tempat berjualan.

“Jadi maksud dan tujuan dari program ini ialah memberdayakan para pelaku usaha mikro,” paparnya seperti dilansir sulteng.antaranews.com.

Senada dengan itu, Bupati Banggai Herwin Yatim yang meresmikan langsung ke 15 bangunan kios mengucapkan terima kasih kepada pihak perusahaan yang telah banyak membantu program pemerintah melalui program CSR. Ia mengakui bahwa kepedulian sosial DSLNG tidak diragukan lagi di daerahnya.

Baca juga:  Seekor Buaya Mengejutkan Warga di Teluk Lalong

Bupati Herwin mengatakan sejak beberapa tahun lalu, DSLNG telah banyak berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Banggai. Mulai dari pemberdayaan masyarakat nelayan, petani, bahkan pemberian hibah bis bagi pemerintah dan sekolah-sekolah. Demikian pula program beasiswa bagi anak-anak berprestasi dari kalangan kurang mampu. Juga membangun jalan lingkar sepanjang 12,3 kilometer beserta fasilitas rest area. Pembangunan itu dihibahkan ke pemerintah daerah untuk dapat digunakan masyarakat.

Oleh karena itu, kata Bupati, masyarakat harus bisa menjaga keamanan dan kenyamanan investor di daerah. Sebab, ketika investor nyaman dan mampu berproduksi sesuai target, maka akan ada manfaatnya juga untuk daerah. Seperti yang sudah diperoleh dari DSLNG.

“Kami berterima kasih kepada PT Donggi-Senoro atas program CSR yang alhamdulillah saat ini sudah bisa dinikmati para pedagang kita di Teluk Lalong. Mudah-mudahan ini bisa menjadi momen bangkitnya para pedagang kita. Ini juga merupakan bagian dari penjabaran visi misi pemerintah yakni; meningkatkan pendapatan atau ekonomi kerakyatan,” terangnya.

Baca juga:  Bupati Banggai Buka Sosialisasi Pencegahan Virus Corona Kelurahan Haper

“Pesan saya kepada para pengguna kios ini agar terus menjaga kebersihan lingkungan. Karena tempat ini adalah milik masyarakat umum. RTH Teluk Lalong, harus bisa dijaga kebersihannya dan kehijauan tanamannya. Dengan begitu, para pengunjung juga bisa nyaman dan pendapatan para pedagang bisa lebih baik,” sambung Bupati Herwin.

Ninin Zahra, Koordinator Pedagang RTH Teluk Lalong usai kegiatan mengatakan, pembagian lapak sudah ditetapkan. Ia menjelaskan, para penerima lapak ialah eks pedagang yang sebelumnya berjualan di tepi jalan RTH Teluk Lalong. Saat ditertibkan, para pedagang memang dijanjikan akan diberikan lapak. Hanya saja, saat itu yang tersedia baru 15 bangunan sementara para pedagang berjumlah 30 pelapak.

“Nah, tahap pertama sudah dibagikan. Yang ada saat ini juga sudah ada pemiliknya, tinggal mekanisme pembagiannya yang akan kita undi. Jadi tidak bisa memilih tempat sendiri,” terangnya.

Baca juga:  Jelang Pilkada, Herwin Mengaku Diterpa 'Black Campaign' Isu SARA

Sementara itu, Senior Manager Relations & Communication DSLNG, Shakuntala Sutoyo saat menyerahkan bantuan tersebut mengatakan bahwa bangunan tersebut merupakan program tahun 2018 yang diserahkan ke pemerintah daerah untuk dikelola oleh para pedagang saat ini.

“Kami berharap apa yang sudah dibangun ini dapat dijaga dengan baik, termasuk kebersihannya, terutama dari sampah,” ungkapnya.

Ia sepakat dengan program sosial pemerintah yakni; Pia na sampah ala atau lihat sampah, ambil. Sebab, dengan begitu semua wilayah akan terlihat bersih. Kesadaran masyarakat juga diperlukan dalam menjaga kebersihan. Oleh karena itu, ia mengungkapkan semua harus bisa membiasakan diri untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat.

“Kalau sampah daun dari pohon itu biasa. Tapi kalau sampah plastik itu sangat mengganggu pemandangan,” katanya.

Ia berharap, bangunan yang telah diserahkan dapat membantu para pelaku usaha mikro dalam meningkatkan perekonomiannya. *

(van)