Pemerintah Siap Rekrut PPPK Tahap Pertama untuk Eks Honorer K2

oleh -615 views
Wakil Bupati Banggai Drs. Mustar Labolo didampingi Kepala BKP-SDM Banggai, Soffian Datu Adam usai kegiatan Sosialisasi PP 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Batam, Rabu (23/1/2019). [Foto: SANGALU/Humas Pemda]

SANGALU, Batam – Pemerintah Kabupaten Banggai akan melakukan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) pada tahun 2019. Pada tahap pertama dikhususkan untuk eks Tenaga Honorer K2 (THK2) pada posisi guru/dosen, tenaga kesehatan, dan penyuluh pertanian yang memenuhi syarat. Sedangkan tahap kedua, rekrutmen PPPK untuk formasi umum.

Hal itu berdasarkan hasil pertemuan dengan Menteri PANRB, Syafruddin pada kegiatan Sosialisasi PP 49/2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang dihadiri Wakil Bupati Banggai Drs. Mustar Labolo bersama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKP-SDM) Banggai, Soffian Datu Adam, SH., serta Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kab Banggai Amrizal Latief. S. Sos di Swiss Belhotel Harbour Bay Batam, Rabu (23/1/2019).

Pada pertemuan itu, Menteri PAN-RB Syafruddin mengatakan bahwa proses rekrutmen akan dimulai pada bulan Februari 2019. Menurut rencana, rekrutmen P3K tahun 2019 ini sebanyak 150.000 formasi se Indonesia. Selain itu, pemerintah juga akan melakukan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk mengisi formasi Papua dan Papua Barat, serta daerah yang terdampak bencana, yaitu di Palu, Sigi, Donggala,dan Parigi Moutong. Terdapat 48 pemda yang mengalami penundaan seleksi CPNS 2018.

Baca juga:  Bejat! Ayah Perkosa Putri Kandung di Balantak Utara

“Prinsipnya, dilakukan secara bertahap, tanpa menggangu kontestasi Pilpres dan Pileg serentak, yang akan berlangsung April mendatang,” terangnya.

Dijelaskan, rekrutmen PPPK bertujuan untuk akselerasi kapasitas organisasi serta mencapai tujuan strategis nasional. Dengan rekrutmen ini, pemerintah akan mendapat pegawai yang memiliki kompetensi teknis tertentu dan bersertifikasi profesional. Tujuan lainnya adalah, mendapatkan pegawai yang langsung didayagunakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, serta mendukung dinamika organisasi. Dengan skema ini, pemerintah juga hendak ‘memulangkan’ para diaspora untuk berkarya di tanah air.

Baca juga:  Punya Senjata Angin tanpa Surat Ijin, Siap-siap Ditertibkan Polisi

Menteri Syafruddin menekankan aspek perencanaan, pengembangan kompetensi, penilaian kinerja, promosi jabatan dan rotasi sebagai acuan dalam mempertimbangkan ide dan gagasan yang mendukung regulasi nasional. Selain itu, dalam rekrutmen para abdi negara, pemerintah berpegang pada enam prinsip, yakni kompetitif, adil, objektif, transparan, bersih dari KKN, serta tidak dipungut biaya.

“Janganlah berpikir parsial dan terkotak, namun harus berorientasi untuk menghadirkan solusi bersama sebagai satu bangsa dan dalam konteks negara,” tuturnya.

Syarat batas usia minimal peserta PPPK adalah 20 tahun dan maksimal satu tahun sebelum batas usia pensiun untuk jabatan yang dilamar. Misalnya, untuk tenaga guru yang batas usia pensiunnya 60 tahun, bisa dilamar oleh warga negara Indonesia yang berusia 59 tahun.

Baca juga:  Bupati Banggai Dukung Gubernur Tutup Semua Bandara di Sulteng

Sementara pengadaan PPPK untuk mengisi JPT utama dan JPT madya tertentu yang lowong dilakukan sesuai dengan ketentuan mengenai tata cara pengisian JPT dalam peraturan perundang-undangan, dan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Sedangkan pengadaan PPPK untuk mengisi Jabatan Fungsional (JF) dapat dilakukan secara nasional atau tingkat instansi.

Rakor ini dihadiri Sekretaris Kementerian PAN-RB, Dwi Wahyu Atmaji, Deputi SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, Staf Khusus Menteri bidang Komunikasi Dudy Purwagandi, Kepala BKN Bima Haria Wibisana, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kapolda Kepri Brigjen Yan Fitri, serta perwakilan Pemda di seluruh Indonesia yang membidangi tentang SDM Aparatur.*

(van)