Dorong Produktifitas Pelajar, PMI Banggai Bentuk Program ‘English Comunity’

oleh -245 views
Peserta PMI - EC saat menerima materi dari pembimbingnya di RTH Teluk Lalong, Selasa (29/1/2019) sore. [Foto: SANGALU/ Faisal]

SANGALU, Luwuk – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banggai terus membangun produktifitas remaja melalui berbagai program, salah satunya Palang Merah Remaja (PMR) bagi pelajar yang masih duduk di bangku Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP). Tahun ini,  PMI kembali membuka program baru yakni; English Comunity.

Ketua PMI Banggai, Fuad Muid mengemukakan bahwa program tersebut dibuka bagi anggota PMI dan PMR yang produktif, khususnya bagi mereka yang berasal dari desa dan memiliki semangat untuk maju. Bahasa Inggris merupakan bahasa internasional yang tentunya akan menjadi modal para remaja kedepan saat menghadapi persaingan dalam dunia kerja. Kehadiran investasi skala internasional di Kabupaten Banggai telah menempatkan daerah ini sebagai salah satu pusat perhatian dunia.

“Kita harus mendorong generasi produktif agar setara dalam negosiasi. Bahasa adalah jendela dunia yang memungkinkan anak-anak kita bisa mengambil peran dalam investasi,” ungkapnya saat memperkanalkan program PMI English Comunity, Selasa (29/1/2019).

Ia mengatakan, kehadiran investasi besar yang sudah masuk harus direspon dengan kesiapan sosial yang baik. Dengan begitu, sumber daya alam yang ada di daerah, tidak akan tergerus keluar dengan percuma. Kedepan, kata Fuad Muid, generasi muda harus bisa mengambil peran penting dalam setiap investasi yang masuk ke daerah.

Baca juga:  BKSDA Sulteng Dampingi GAM Luwuk Tangkap Buaya Lalong

”Kita semua berharap, mereka yang telah belajar bahasa Inggris ini akan mampu menjadi penyeimbang. Bisa beradaptasi dengan investasi dan dapat melindungi ase-aset sumber daya alam kita,” harapnya.

Fuad Muid juga menjelaskan bahwa program PMI terkait English Comunity jika terus dikembangkan maka akan mampu bersaing dengan daerah maju. Dengan kata lain, kedepan generasi muda tidak perlu jauh-jauh ke Pare, Kediri, hanya untuk belajar bahasa Inggris.

“Mari kita jadikan Kota Luwuk sebagai kota pelajar, terutama dalam penguasaan bahasa inggris,” tandasnya.

PMI – English Comunity ( PMI – EC ) menurutnya baru terbentuk pada tanggal 27 Januari 2019, namun sudah aktif berjalan dan konsisten. Meskipun, saat ini program PMI – EC masih berlaku sebatas pada anggota PMI dan PMR.

Ketua PMI – EC, Muhammad Faizal mengemukakan dalam pelaksanaannya, program PMI – EC dibagi dalam dua bidang kegiatan. Pertama, melalui daring (online) dengan bantuan grup WhatsApp dan kedua melalui tatap muka.

Baca juga:  Enam Warga yang Hilang di Kecamatan Nambo Ditemukan Selamat

Untuk materi yang disampaikan saat diskusi online lebih menekankan pada kemampuan menulis. Sedangkan kegiatan tatap muka, pada tataran meningkatkan kemampuan verbal saat berbicara menggunakan bahasa Inggris. Waktu kegiatan pembelajaran PMI – EC sendiri, dilaksanakan di luar jam sekolah. Yakni pada pukul 16.00 – 17.30 Wita, bertempat di RTH Teluk Lalong.

“Semua materi yang diberikan ini sudah dikemas sesuai kebutuhan dan tingkatan masing-masing peserta. Kami memang membuat materi yang ringan dan simpel. Harapannya, agar lebih mudah dipahami,” jelasnya.

Selain kegiatan diskusi dan praktek berbicara mengggunakan bahasa Inggris, PMI – EC juga memiliki kegiatan rutin setiap tiga bulan di akhir materi. Kegiatan itu adalah PMI – EC English Camp. Program English Camp adalah program bahasa Inggris yang terintegrasi dan bertempat di lokasi wisata yang ada di Kabupaten Banggai.

Nantinya, peserta akan dibimbing berbahasa Inggris oleh tutor pendamping sambil belajar berinteraksi terkait pengenalan wisata setempat. Ada 2 jenis camp di PMI – EC yaitu; Regular Camp dan Intensive Camp. Regular Camp memberikan satu kali pembelajaran dalam sehari, sementara Intensiv Camp dilakukan dua kali program pembelajaran dalam sehari.

Baca juga:  Bejat! Ayah Perkosa Putri Kandung di Balantak Utara

Faisal juga menekankan, bahwa dana penunjang kegiatan komunitas ini menggunakan uang iuran pribadi dari setiap anggota PMI – EC. Meski begitu, terdapat pula bantuan dari PMI Kabupaten Banggai. Ia berharap kedepan program PMI – EC bisa menarik perhatian khalayak untuk ikut berpartisipasi, baik langsung maupun tak langsung; berupa dukungan terharap jalannya program English Comunity.

“Belajar bahasa asing itu tidak susah, asal berani mencoba dan harus diulang berkali-kali. Itulah kenapa di PMI – English Comunity ini, kami mencoba membangun lingkungan yang nyaman. Maksudnya agar  peserta mendapatkan rasa percaya diri dan akhirnya semangat untuk terus mengembangkan kemampuannya,” kata Faisal.

Alumni SMKN 1 Luwuk ini pun mengajak remaja dan pemuda yang tertarik, untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan dengan menjadi relawan PMI Banggai. Siapapun dapat mendaftar dengan gratis.*

(van)