Tsunami Ratakan Dua Desa di Lampung Selatan

oleh -109 views
RATA TANAH - Kondisi di Kiluan Kabupaten Tanggamus, Lampung (25/12/2018). Kiluan adalah objek wisata dekat Gunung Anak Krakatau. (Foto: ANTARA/dian hadiyatna)
SANGALU, Lampung Selatan – Tsunami yang terjadi akibat dipicu longsoran Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam lalu, meratakan dua desa di pesisir, yakni Desa Kunjir dan Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan.

Pengamatan Antara ketika menelusuri satu per satu desa di pesisir pantai Kalianda, Lampung Selatan yang terdampak tsunami itu hingga Rabu (26/12) malam, sejumlah permukiman warga beserta sejumlah objek wisata yang terkenal hancur berantakan dihantam gelombang laut tinggi.

Terlihat sepanjang jalan banyak warga serta elemen masyarakat dan berbagai lembaga sosial turun ke jalan untuk menggalang dana bagi masyarakat yang tertimpa bencana.

Baca juga:  Gempa 6,3 SR Guncang Bolsel, Peserta Hearing DPRD Banggai Berhamburan Keluar Gedung

Di Dermaga Bom, Kalianda, wilayah pesisir pantai, kondisinya nampak agak parah, puluhan rumah warga sekitar serta ratusan kapal nelayan hancur.

Berlanjut ke desa-desa lain yang terdampak langsung tsunami, terdapat banyak posko-posko bantuan dari pemerintah maupun relawan di sepanjang jalan.

Ketika mencapai Desa Kunjir dan Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan terlihat hampir semua rumah telah rata dengan tanah dan hanya menyisakan puing-puing bangunan. Kedua desa ini memang tercatat paling parah terkena dampak tsunami.

Baca juga:  Warga Koyoan Tewas Terjatuh dari Pohon Cengkih

Selain itu, bangunan-bangunan sekolah yang berada di sana juga rusak berantakan akibat tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam lalu.

Diperkirakan pula puluhan bahkan hingga ratusan kapal dan kendaraan roda dua maupun roda empat rusak tersapu air laut hingga beberapa ratus meter ke laut.

Pada dua lokasi tersebut banyak bantuan berdatangan dari para relawan dari unsur instansi pemerintah maupun elemen lainnya yang membantu mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dan berguna dari reruntuhan rumah warga itu.

Baca juga:  BNPB: Gelombang Tinggi di Sulut Akibat Siklon Tropis

Sejumlah personel TNI/Polri dan Polisi Pamong Praja juga ikut membantu warga setempat.

Ada juga beberapa alat berat yang sudah berada di lokasi untuk membersihkan puing-puing rumah warga yang hancur akibat hantaman tsunami tersebut.

Korban jiwa akibat tsunami Selat Sunda di sini mencapai ratusan orang, dengan ribuan warga masih harus mengungsi hingga sekarang.*

Sumber: Antara