ROA Desiminasikan Program KBA Perairan Balantak

oleh -159 views

SANGALU, Luwuk – Organisasi kemanusiaan dan Lingkungan Relawan untuk Orang dan Alam (ROA) mendesiminasikan program Kawasan Biodiversiti Area (KBA) Perairan Balantak yang menghadirkan pemangku kepentingan dalam upaya mendukung pelestarian keragaman hayati, Rabu(19/12/2018) di Hotel Santika Luwuk.

“Untuk mengurangi tingkat ancaman bagi keragamanhayati di KBA perairan Balantak, pada tahun 2017 hingga 2019 mendatang melalui dukungan Burung Indonesia dan Critical Ekosistem Patnership Fund bekerjasama dengan ROA hasil memfasilitasi identifikasi, perumusan dan penetapan Daerah Perlindungan Laut (DPL) di Kelurahan Talang Batu dan akan melanjutkan replikasi program ke Desa Luok,” ujar Mohamad Prasetyono, Field Officer ROA.

Baca juga:  Speedboat Tenggelam, Cawabup Independen Balut Ditemukan Meninggal

PROSES DESIMINASI yang melibatkan pemangku kepentingan dalam rangka mendukung pelestarian keragamanhayati di KBA Perairan Balantak, Rabu 19 Desember 2018 di Hotel Santika Luwuk. [Sangalu/ ROA Sulteng]

Ia menyampaikan wilayah perairan KBA Balantak memiliki jenis keragamanhayati yang cukup tinggi. Keragamanhayati yang tinggi juga tak lepas dari ancaman yang tinggi pula. Praktek overfishing dan destructive fishing merupakan ancaman utama bagi kelangsungan keragamanhayati di KBA tersebut.

Terkait hal itu, kesepakatan penetapan DPL oleh warga dan pemerintah Kelurahan Talang Batu telah berkonstribusi dalam mengurangi laju kerusakan pesisir laut di KBA perairan Balantak. Penetapan zonasi perlindungan dan pengelolaan sumber daya pesisir melalui DPL juga telah dilembagakan melalui kesepakatan pembentukan kelompok pengelola DPL Tanjung Saro.

Baca juga:  750 Paket Kemanusiaan Disebar Meratus Lines di Kabupaten Banggai

“Kelompok DPL ini dibentuk secara partisipatif oleh warga kelurahan untuk mengawal kesepakatan DPL dan menjalankan program kegiatan DPL .Kami juga berharap daerah baru yang akan mereplikasi program sebelumnya dapat berjalan sesuai dengan rencana pada tahun depan,” terangnya.

Mohamad Prasetyono menambahkan bahwa inisitiaf penetapan dan penyepakatan DPL tercapai berkat dukungan masyarakat dan pemerintah kelurahan. Lahirnya dukungan dan partisipasi para pihak tentunya tidak berdiri sendiri namun melalui proses peningkatan pengetahuan dan kesadaran warga tentang pentingnya perlindungan keragaman hayati di wilayah pesisir.

Baca juga:  Jelang Pilkada, Herwin Mengaku Diterpa 'Black Campaign' Isu SARA

Olehnya hasil dari diseminasi program yakni tersosialisasi dan tersampaikannya skema program, organisasi pelaksana, organisasi pendukung dan para pihak yang terlibat langsung pada pelaksanaan program dan terwujudnya komitmen para pihak dalam mendukung pelaksanaan program dan pelestarian pesisir laut yang ada di KBA perairan Balantak melalui sinergi dan integrasi program atau kegiatan para pihak secara kolaboratif melalui skema Daerah Perlindungan Laut, perlindungan jenis jenis prioritas dan pemberdayaan masyarakat.*

(van/ROA)