Nelayan Balut, Temukan Bahan Baku Baru Pembuat Bom

oleh -149 views
Ilustrasi/ Google.

SANGALU, Balut – Maraknya ilegal fishing di perairan Kabupaten Banggai Laut ternyata bukan hanya karena lemahnya pengawasan dari aparat penegak hukum saja. Melainkan, mudahnya mereka memperoleh bahan baku dalam pembuatan bom ikan. Bahkan, nelayan disana menemukan bahan baku jenis baru dalam pembuatan bahan peledak dan pembiusan yang sejatinya dilarang oleh pemerintah.

Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Banggai Laut, Herto Sampelang, menyebutkan Nelayan saat ini telah menemukan inovasi terbaru bahan baku untuk pembuatan Bom ikan dan pembiusan.  Menurut Herto, saat ini yang santer digunakan pembuat bom ikan tidak hanya menggunakan pupuk cap matahari. Tetapi para pelaku pembom ikan lebih santer menggunakan racun hama bermerk Danke. Racun tersebut sering digunakan untuk tanaman Horti seperti Bawang, cabai ,tomat, kacang hijau, kubis dan kelapa sawit.

Daya ledaknya hamper sama dengan pupuk matahari.  Bentuk racun tersebut berbentuk serbuk seperti tepung terigu, kata Herto Sampelang.

Baca juga:  BPC HIPMI Balut Bakal Open Recruitment Anggota Baru

Sama halnya dengan kegiatan pembiusan ikan yang di lakukan oleh nelayan tidak jarang lagi menggunakan alat bius, nelayan lebih memilih pupuk bermerek Cantik.  Pupuk tersebut merupakan pupuk yang digunakan untuk tumbuh tumbuhan, pupuk tersebut adalah pupuk kalsium Amonium Nitrat yang memiliki kandungan urea sangat tinggi. pupuk ini mudah diperoleh, di tokotoko. Dua Jenis Bahan baku yang dijadikan untuk illegal fising sangat mudah di dapat di toko toko, dengan harga jual dari Rp35ribu sampai Rp60 lebih per kemasan, Urainya.

Baca juga:  BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Kepulauan Banggai

Herto Sampelang juga menyebutkan lokasi kegiatan yang rawan illegal fising, diantaranya perairan Bontosi Kecamatan Labobo, Perairan Kalupapi Kecamatan Bangkurung, dan perairan Kecamatan Bokan Kepulauan, perairan Paisu Bebek, Teropot, Pulau Jodoh Sub Desa Nggasuang,  Panapat, Sonit dan perairan Monsongan Kecamatan Banggai Tengah.

“Untuk wilayah yang setiap hari selalu ada aktivitas pengeboman yang tinggi di wilayah Rep Markaso, perairan Sonit, Rep Pulau Pedal, rep Pulau Marintas, Pulau Tolobundu, Pulau Kau Konau, Mangkeang,  Bokan. Sedangkan perairan Bangkurung di wilayah Tolobundu, Rep merpati,” tutupnya.*

Baca juga:  KM Rejeki Baru Memutar Lewat Tanjung Kambani

.

Sumber: Diolah dari Molibos.com