6 ABG Diduga Jadi Pelaku Pembacokan di Lalong

oleh -135 views

SANGALU, Luwuk – Sebanyak 6 remaja diduga menjadi pelaku penganiayaan kepada bendahara LSM Gabungan Aktivis Manthailobo (GAM) Luwuk, Oktovianus Kuamao alias Phian (35), Selasa (11/12/2018) pagi sekira pukul 05.00 Wita.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan kejadian bermula dari terjadinya perkelahian oleh dua kubu remaja sekira pukul 02.00 Wita di warung bagadang, pojok Teluk Lalong. Saat itu, Phian bertepatan berada di lokasi. Pria berbadan bongsor inipun melerai kedua kubu dengan menahan salah satu dari dua orang yang bertengkar.

PETUGAS KESEHATAN tengah melakukan pembersihan luka dan menjahit luka robek di kepala korban, Selasa (11/12/2018) pagi tadi. [Sangalu/IST]
Setelah perkelahian dapat dilerai, Phian pun kembali ke markas GAM di Teluk Lalong dan bercengkeramah dengan sejumlah anggota GAM lainnya. Subuh, Ketua GAM, Idhin Massa dan kawan-kawan kembali ke rumah. Tak berselang lama, tiga remaja datang mengajak Phian bicara. Saat itu, Phian hanya bersama Yoker Massa di Markas GAM.

“Saya tidur saat itu. Phian lagi cerita sama tiga anak remaja. Jadi saya tidak tau, cuma memang sempat ada yang bilang om jangan ikut campur. Cuma saya belum paham kalo Phian so dibacok,” kata Yoker.

Baca juga:  Kesal Mati Lampu 4 Hari Berturut, Mobil PLN Dihadang Warga

Terancam oleh 6 remaja bersenjata tajam, pria yang juga menjabat sebagai wakil sekretaris GM FKPPI Banggai itu, lari dan melompat ke laut. Namun, mereka terus mengejar dan menghujani bacokan hingga Phian mengalami luka cukup serius di beberapa bagian tubuh. Tiga luka bacok di kepala dan dua luka bacok masing-masing di lengan kiri dan kanan. Setelah Phian tak berdaya di tepi laut, para remaja langsung meninggalkannya.

“Saya setengah sadar langsung cari Phian dan saya temukan dia penuh luka di tepi Teluk Lalong,” terang Yoker lagi.

Baca juga:  Dorr.. Kaki Dua Pencuri Motor Tembus Peluru

Yokers kemudian mengangkat Phian, namun karena bobotnya yang cukup besar membuatnya mencari bantuan. Seorang tukang bangunan yang bekerja di Masjid Agung membantunya, sebelum beberapa anggota GAM datang dan melarikannya ke rumah sakit.

“Pertama tiga orang ajak saya cerita, salah satunya saya kenal orang tuanya. Yo (Yoker) ada tidur saat itu. Tidak lama, tiga orang lagi datang bawa parang dan langsung menyerang. Saya tidak bisa berbuat banyak selain lari, karena melawan enam orang. Tapi tetap mereka kejar,” ungkap Phian saat siuman di IGD rumah sakit umum Luwuk.

Baca juga:  Gugus Tugas Covid-19 Banggai, Periksa Pendatang Pakai Rapid Test di Bandara Luwuk

Kuat dugaan, para pelaku adalah remaja yang bertengkar dan dilerai oleh Phian beberapa jam sebelumnya. Saat melerai, Phian memegang salah satu, sehingga Ia kena pukul lawan. Diduga tak terima dan merasa Phian memihak, para remaja itu kemudian kembali dengan senjata tajam. Hanya saja, mereka menunggu sampai situasi di markas GAM sepi. Kini, kasus itu tengah dikembangkan aparat kepolisian dan para pelaku sedang dalam pengejaran polisi.*