Kapal Muat Ratusan Kontener Tabrak Dermaga ASDP Luwuk

oleh -158 views

SANGALU, Luwuk – Kapal bermuatan kontener menabrak sisi timur dermaga Pelabuhan ASDP dan sebuah kapal pengangkut hasil bumi dari Kabupaten Taliabu, Maluku Utara yang tengah melakukan aktifitas bongkar muat di Pelabuhan ASDP lama, sore kemarin.

Kapal dengan nama MV. Tanto Fajar 1 yang baru saja masuk ke Teluk Lalong untuk berlabuh di Pelabuhan Luwuk mengalami kerusakan mesin saat berada sejajar dengan pelabuhan ASDP. Akibatnya, kapal bermuatan kontener itu tak bisa dikendalikan hingga menabrak sebuah kapal kecil yang tengah berlabuh untuk bongkar muat dengan sisi belakangnya.

Lukman Larau, petugas dari Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Luwuk menuturkan kejadian itu bukan unsur kesengajaan melainkan karena kerusakan mesin. Ia mengaku tengah berkoordinasi dengan pihak perusahaan tempat kapal itu bernaung untuk segera melakukan upaya evakuasi. Sebab, ketika air laut surut maka akan susah mengeluarkan kapal dari sisi dermaga Pelabuhan ASDP lama.

Baca juga:  Batia Pastikan Mesin Politik NasDem Siap Menangkan AT-FM

“Saat ini kami masih menunggu tugboat untuk menarik kapal ini. Tugboutnya masih dalam perjalanan ke sini,” kata Lukman saat ditemui di lokasi.

Ia juga mengungkapkan terkait kejadian itu, pihaknya akan mengundang kapten kapal untuk dimintai keterangan. Pihak syahbandar akan mengklarifikasi mengapa sampai kejadian itu tidak segera diantisipasi.

Sementara itu, Leo, salah seorang buruh yang tengah melakukan aktifitas bongkar muat di KM. Sinar Kasih menuturkan kejadian itu terjadi sekira pukul 17.30 Wita. MV Tanto Fajar 1 masuk ke dalam Teluk Lalong dan terhenti tepat sejajar dermaga Pelabuhan ASDP. Kemudian kapal mundur dan terus mengarah ke KM Sinar Kasih yang tengah berlabuh.

“Yang kami sesalkan saat kapal mundur itu ada beberapa ABK di bagian belakang dengan HT ditangan. Kalau memang mati mesin kenapa tidak teriaki kami agar menyingkir dari sisi pelabuhan,” pungkasnya.

Baca juga:  Akademisi Untad: Petahana Langgar Pasal 71 UU Nomor 10/16 pasti TMS

Menurutnya, insiden yang terjadi jelang magrib itu bukanlah karena mati mesin. Melainkan kelalaian ABK kapal yang ada di atasnya. Sejatinya, kata Leo, jika memang terjadi kerusakan mesin maka ABK akan menyampaikan informasi kepada sejumlah orang yang ada diarah kapal mundur sehingga KM. Sinar Kasih tidak tertabrak buritan MV. Tanto Fajar 1.

“Mereka bilang mati mesin, tapi saat liat kami bongkar muat tidak ada yang memperingati bahwa kapal tidak terkendali. Maka dari itu, ini saya anggap sebagai kesengajaan,” tandasnya.

Baca juga:  GAM Masuk Nominator Ormas Award 2019 dari Kemendagri

Hingga pukul 22.00 Wita, MV. Tanto Fajar 1 masih belum berhasil dievakuasi dari posisinya. Evakuasi masih terkendal tugboat yang akan menarik kapal bermuatan kontener tersebut.

Selain kerugian dari sisi buruh, insiden ini juga mengakibatkan potensi kerugian dari kapal cepat KM Sabang Marindo II. Kapal cepat tujuan Taliabu itu direncanakan berangkat dini hari nanti, namun kondisinya terkurung di antara dermaga dan MV. Tanto Fajar 1.

“Kalau sampai subuh nanti belum bisa keluar, maka jelas kami dirugikan. Tapi kami masih menunggu, semoga saja MV. Tanto ini segera dievakuasi,” kata Ifan, crue kapal cepat Sabang Marindo II, malam tadi.**

(adm)